Tanya Judy: Nasihat dari BMI di Hong Kong

ASk Judy (1)

Click here to read in English.

Apa yang diinginkan buruh migran Indonesia? Apa keperluan mereka? Apa nasihat mereka untuk calon buruh migran?

Untuk menemukan jawabaan, kami mewawancarai Sri Martuti (nama panggilnya Judy), PRT migran di Hong Kong.

 

Judy berasal dari mana? Mengapa Anda memutuskan bermigrasi ke Hong Kong? Sudah berapa lama bekerja di sini?

Saya berasal dari Cilacap, Jawa Tengah di Indonesia. Saya memutuskan untuk bermigrasi ke Hong Kong karena dua alasan: 1)faktor ekonomi (saya membesarkan anak sendiri) dan 2)sulit mendapatkan pekerjaan di Indonesia. Saya bermigrasi ke Hong Kong sejak April 2009 dan sudah bekerja selama 8 tahun.

 

Bagaimana pengalaman Anda di Hong Kong? Apa aspek yang positif? Negatif?

Pertama, Hong Kong memberikan saya banyak ilmu dan pengalaman juga kesempatan yang tidak saya dapatkan ketika di Indonesia. Hong Kong merupakan ajang bagi saya untuk belajar memaknai hidup dalam kemandirian. Di sini saya bisa bebas berekspresi, mengembangkan bakat dan talenta. Selain itu, saya merasa nyaman karena tidak ada diskriminasi serta kehidupannya jauh lebih tertib dan dinamis.

Namun, Hong Kong dengan kebebasannya bisa membuat orang menjadi konsumtif dan hedonis. Apabila salah dalam pergaulan dan salah dalam memilih teman, maka Hong Kong adalah neraka.

 

Buruh migran Indonesia (BMI) mencari nasihat dari siapa? Mengapa BMI merasa khawatir hubungi LSM atau pemerintah untuk bantuan?  

BMI sering mencari nasehat dari jaringan atau teman mereka karena satu factor: kenyamanan. BMI cenderung introvert terhadap pemerintah atau lembaga yang sebenarnya jauh lebih berkompeten dalam memberikan pengetahuan seputar hak-hak tenaga kerja, tetapi tidak bisa memberikan rasa nyaman bahkan kepuasan terhadap BMI.

Ada banyak faktor yang membuat mengapa BMI seakan-akan tidak familiar terhadap pemerintah atau lembaga dan cenderung lebih memilih teman. Salah satu factor adalah munculnya rasa takut, khawatir, minder dan sebagainya terhadap institusi pemerintah atau lembaga. Karena sikap, perlakuan, penanganan dari oknum para pegawai pemerintahan yang acapkali meremehkan dan menganggap sepele persoalan BMI.

 

Bagaimana BMI bisa menghindari eksploitasi dan menjadi BMI sukses di Hong Kong?

BMI bisa menghindari diri dari eksploitasi dan mendapatkan sukses di Hong Kong apabila:

  • Mampu menetapkan tujuan dan fokus pada tujuan serta target kapan tujuan itu harus tercapai. 
  • Jangan mudah terjebak pada segala hal yang tidak pasti (baik urusan percintaan, hutang piutang, bisnis dan lain lain).
  • Rajin mengikuti berbagai kegiatan yang positif sebagai bekal untuk pulang seperti seminar, kursus, dan kuliah.
  • Manfaatkan tekhnologi (gadget dan internet) untuk belajar dan menggali informasi yang baik.
  • Perluas networking dan senantiasa menjaga silaturahmi dengan kawan kawan atau organisasi yang positif.
  • Komunikasi yang lancar dengan keluarga di tanah air.
  • Rajin menabung dan hindari hidup boros.

 

JUDY 2  

Jika Anda bisa memberi nasihat kepada calon BMI, apa yang Anda ingin mengatakan?

Saya ingin memgatakan beberapa hal:

  • Terkait tentang UU/ hak buruh:

Tanyakan kepada PJTKI dan agency tentang UU Perlindungan TKI (seperti: gaji, hak atas libur baik libur mingguan, hak atas sakit/ melahirkan, asuransi kesehatan, jam kerja, fasilitas yang akan didapatkan di rumah majikan, spesifikasi pekerjaan, hak yang akan didapatkan saat terjadi pemutusan kontrak).

  • Terkait tentang adaptasi budaya Hong Kong:

Rajin bertanya kepada kawan dan majikan tentang aturan hukum serta adat kebiasaan di rumah majikan atau adat masyarakat Hong Kong. Belajar cara berbicara secara aktif dengan bahasa Cantonesse/Inggris. Sempatkan untuk mengakses informasi baik melalui media digital, cetak, maupun internet.

  • Terkait masalah cara mencari organisasi/LSM:

Tanyakan kepada kawan tentang organisasi BMI yang menyediakan konselling. Selalu mengikuti setiap kegiatan atau pembelajaran yang di adakan oleh KJRI Hong Kong/LSM/Organisasi BMI.

 

Jika Anda bisa memberi nasihat kepada diri sendiri sebelum Anda berangkat ke Hong Kong, apa yang Anda akan mengatakan?

Saya akan mengatakan bahwa:

  • Saya harus berhasil dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
  • Saya harus selalu ingat dengan tujuan awal berangkat ke Hong Kong.
  • Saya harus selalu ingat dengan keluarga yang menanti saya di rumah.
  • Saya wajib ingat kepada tuhan agar langkah saya senantiasa dilindungi.
  • Saya harus patuh pada peraturan pemerintah Hong Kong.
  • Saya harus menabung.
  • Saya harus kembali ke Indonesia sebagai orang sukses.

 

Apa cita-cita Anda?

Saya ingin segera pulang ke Indonesia dan kembali mengajar seperti saat sebelum berangkat ke Hong Kong. Kembali siaran radio seperti dulu agar bisa terus memberikan informasi yang bermanfaat untuk banyak orang. Bisa mendirikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) untuk para pemuda putus sekolah dan ibu rumah tangga. Bisa mendirikan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi TKI Purna agar bisa lebih berdaya.

Connect With Us

(English) Editor’s choice